Menjadi atraksi, siapa sangka barapan kebo mulanya adalah sebuah kegiatan gotong royong yang kerap dilakukan oleh masyarakat di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Berlangsung saat musim hujan tiba, barapan kebo sering kali diadakan sebagai penanda berlangsungnya musim tanam di sana.
Pesta kaum tani di Sumbawa

TANDA MUSIM TANAM | Dalam masyarakat Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, barapan kebo sangatlah populer, terutama bagi mereka kaum tani di sana. Menjadi tanda musim tanam, balapan yang menjadikan kerbau sebagai tunggangan ini kerap berlangsung di awal musim hujan.


Pesta kaum tani di Sumbawa

RAGAM KALANGAN | Tak hanya digemari oleh kalangan tua, barapan kebo menjadi tontonan yang digemari oleh anak-anak Sumbawa. Hampir setiap bulan kini, barapan kebo dilangsungkan. Penuh petualangan dan aksi, tradisi yang telah lama berlangsung itu tetap digemari.


Pesta kaum tani di Sumbawa

SEHAT DAN BESAR | Dalam barapan kebo yang kini sering dilangsungkan sebagai pertunjukkan budaya, para joki menunggangi kerbau-kerbau yang sehat dan besar. Seperti karapan sapi di Madura, balapan kerbau yang diadakan masyarakat Sumbawa ini juga menuntut kecepatan dan kekuatan berlari kerbau tunggangan.


Pesta kaum tani di Sumbawa

WUJUD SYUKUR | Sejatinya, barapan kebo ini diadakan sebagai wujud syukur dan bentuk suka cita petani seusai panen. Menyambutnya, petani berbondong-bondong mendandani dan membawa kerbau mereka ke sebuah lokasi di mana petak-petak sawah dipenuhi lumpur sebagai arena pacuan.


Pesta kaum tani di Sumbawa

MENYENTUH SAKA | Dalam barapan kebo, para joki harus dapat memacu kerbaunya agar berlari sangat kencang, di ujung lintasan mereka pun harus bisah menyentuh Saka, sebuah kayu yang telah di beri doa-doa oleh salah seorang sandro (dukun) agar dalam balapan itu joki dan kerbaunya sulit menyentuh dan menjatuhkan tongkat Saka tersebut.


Pesta kaum tani di Sumbawa

PENANGKAL BALA | Konon, tak sedikit dari para joki dan kerbaunya yang dapat menyentuh tongkat Saka. Kerap kali dalam balapan itu, kerbau bergerak diluar arahan para joki saat hendak mengenai tongkat itu. Masyarakat di sana percaya, hanya kerbau-kerbau tangguh yang telah dilatih dan diberikan ramuan-ramuan penangkal bala yang dapat mengikuti permainan rakyat ini.


Pesta kaum tani di Sumbawa

MENONTON | Sebagai olahraga rakyat tradisional, barapan kebo adalah tontonan menarik bagi warga dan juga wisatawan. Di pematang sawah para bocah menonton. Mereka berseru ketika kerbau-kerbau milik sanak familinya melesat kencang. Berteriak-teriak mereka menyemangati para joki yang berdiri di atas kareng, tempat berdiri atau bilah pijakan kaki sang joki barapan yang dirakit berbentuk segitiga.


Pesta kaum tani di Sumbawa

KHAS | Barapan kebo biasanya dibarengi oleh nyanyian musik tradisional. Bersama tiupan seruling dan pukulan rebana, pacuan tradisional ini memberikan kekhasannya sendiri, yang berbeda dengan pacuan tradisional lainnya.


Pesta kaum tani di Sumbawa

DUA DAERAH | Barapan kebo sering kali melibatkan para joki dari Ano Siup ( Sumbawa Timur) dan Ano Rawi (Sumbawa Barat). Terdapat dua istilah yang digunakan ketika melangsungkan sebuah pacuan. Yang pertama adalah ngayo, yang dalam barapan kebo, kata ini memiliki arti datang menantang. Dan yang kedua adalah, bayar siru, yang artinya saling balas atau saling mengunjungi.


Pesta kaum tani di Sumbawa

KESATUAN SUKU | Dalam masyarakat tanah Samawa, sebutan lain bagi Sumbawa, barapan kebo adalah ajang silahturami. Dengan dilangsungkannya tradisi ini, sebuah ikatan dibangun dengan tujuan memperteguh kesatuan suku Samawa yang kuat.


Leave a Reply

Your email address will not be published.