PERTARUNGAN DI DILI

posted in: Esai Foto | 0

Meski dilimpahi perbukitan dengan lekuk pantai yang eksotis, Timor Leste juga memiliki jumlah pengangguran yang masih sangat tinggi. Didera masalah ekonomi yang sulit, banyak warga di sana berusaha mendapat untung dari arena sabung ayam yang kerap berlangsung di sore hari. Tak adanya larangan dan aturan yang mengharamkan adu ayam itu digelar membuat arena itu ramai dikunjungi.

 

 

BUMI LOROSA’E | Lima belas tahun Timor Leste menikmati kemerdekaannya. Dilimpahi pantai dan bukit nan elok dan menawan tak mampu menjadikan negeri itu lepas dari dera ekonomi yang sulit. Berkelana di Bumi Lorosa’e, pewarta foto lepas Fatris MF mendapati arena sabung ayam yang saban sore berlangsung di sana.
SULIT | Sebagai negeri yang baru tumbuh, hidup di Timor Leste dirasakan sulit oleh rakyatnya. Beruntung laut Timor sampai hari ini dikaruniai ikan yang melimpah, tak hanya menjadi bahan pangan, ikan menjadi sumber penghasilan.
BEBAN | Di kota Dili, kesulitan tergambar jelas di wajah rakyatnya. Beban hidup yang tinggi harus mereka geluti tiap hari. Mereka yang kaya mungkin bisa menikmati kebahagiaan di lain negeri, sedangkan yang miskin hanya dapat meratapi nasibnya dalam sudut-sudut kota yang sunyi.
DOLLAR | Masalah kemiskinan yang sudah sejak lama melilit negeri itu kini bersanding dengan masalah pengangguran yang semakin menjadi. Mata uang dollar AS yang hingga hari ini menjadi satu-satunya mata uang sah di negeri itu menjadi kesulitan tersendiri bagi rakyat Timor Leste saat ini.
SABUNG AYAM | Di arena sabung ayam yang banyak tersebar di kota Dili, banyaknya penonton laki-laki menjadi tanda akan tingkat pengangguran yang tinggi di negeri itu. Menjadi tempat pelarian untuk sejenak melupakan nasib, sabung ayam adalah pertunjukkan yang menarik. Tak hanya itu, pertarungan dua ayam jantan yang saban hari dilangsungkan itu adalah arena judi yang sangat digemari.
PERTARUNGAN | Dalam arena sabung ayam, pertarungan kerap diwarnai oleh darah yang berceceran. Bukan menjadi sesuatu yang mengerikan, kekalahan seekor ayam justru menjadi daya tarik yang mengundang keseruan.
ANAK-ANAK | Tidak hanya ditonton oleh orang tua, sabung ayam di kota Dili juga dinikmati oleh anak-anak. Sabung ayam yang berlangsung di Timor Leste memiliki cara tarung yang khas. Sebelum bertanding, ayam jago yang akan diadu dipasangi pisau terlebih dahulu pada dua kakinya, pisau itu menjadi alat pembunuh di arena itu.
IRONIS | Di Timor Leste, sabung ayam bukan ajang yang legal, namun tak ada yang melarang untuk menggelarnya. Pada arena sabung ayam, ratusan dolar kerap dihasilkan, sangat ironis jika dibandingkan dengan kesulitan ekonomi yang mendera ribuan rakyat di negeri itu.
SUMBER PENDAPATAN | Selain menjadi hiburan dan tempat berkumpul, banyak pula yang menjadikan ajang sabung ayam sebagai sumber pendapatan. Mereka yang lihai dalam memelihara dan melatih ayam-ayamnya menjadi petarung yang ganas tentu saja yang paling beruntung. Selain dapat memenuhi kantongnya dengan uang, para pemilik ayam akan merasa terhormat berada di sana.
PATUNG YESUS | Berupaya lepas dari himpitan masa sulit, banyak rakyat Timor Leste tak pasrah dengan nasibnya. Susah payah mencari sumber penghidupan, banyak warga Timor Leste tetap menjadikan keyakinan mereka sebagai sumber kebenaran. Di puncak bukit Fatucama yang memagari kota Dili, patung Yesus Kristus berdiri, kedua tangannya terangkat seolah mengajak umatnya untuk datang menghampiri.

 

Published: Beritagar

Leave a Reply